Showing posts tagged Hadist.
x

Agomipanda's

Rahasia Dibalik Sakit
Hidup ini tidak lepas  dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam  kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan  perkara yang tidak  disukainya atau bisa pula pada perkara yang  menyenangkannya. Allah ta’ala  berfirman yang artinya,
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).  Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS.  al-Anbiyaa’: 35).  Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam  tafsir al-Qur’an-  menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian  dengan kesulitan dan  kesenangan, kesehatan dan penyakit,kekayaan dan kefakiran, halal  dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu  Jarir). Dari  ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga  merupakan  bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di   balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di  nalar  oleh akal manusia.
 
Sakit menjadi kebaikan  bagi seorang muslim jika dia bersabar
Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan,   dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat   kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya,  dan jika  mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.  (HR. Muslim)
Sakit  akan menghapuskan dosa 
Ketahuilah wahai  saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan  atas kesalahan-kesalahan yang  pernah engkau lakukan dengan hati,  pendengaran, penglihatan, lisan  dan dengan seluruh anggota tubuhmu.  Terkadang  penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah  dilakukan.  Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan  apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan  tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari  kesalahan-kesalahanmu).” (QS.  asy-Syuura: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah  menimpa seorang mukmin rasa sakit  yang terus menerus, kepayahan,  penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai  kesusahan yang  menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya  dosa-dosanya. (HR. Muslim)
Sakit  akan Membawa Keselamatan dari api neraka
Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,” Janganlah  kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan  penyakit  itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku   api menghilangkan kotoran-kotoran besi. (HR. Muslim)
Oleh karena itu, tidak  boleh bagi seorang mukmin mencaci maki  penyakit yang dideritanya, menggerutu,  apalagi sampai berburuk sangka  pada Allah dengan musibah sakit yang  dideritanya. Bergembiralah wahai  saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit  demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al  Bazzar, shohih)
Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya
Wahai saudaraku, sesungguhnya  di balik penyakit dan musibah akan  mengembalikan seorang hamba yang tadinya  jauh dari mengingat Allah agar  kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang  dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat  dan mengikuti hawa nafsunya,  dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan  Rabb-nya. Oleh karena itu,  jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau  musibah, dia baru  merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan  Rabb-Nya.  Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali   pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Allah ta’ala berfirman  yang artinya, “Dan  sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada  umat-umat  sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan)  kesengsaraan  dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan  tunduk merendahkan diri. (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau  tunduk kepada-Ku,  memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan  mencintai  selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu  Jarir)
Terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah
Wahai saudaraku,  ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya,  sesungguhnya di balik itu semua  terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka  perhatikanlah saudaraku  nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini:  “Andaikata kita  bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan   urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali,  -ed).  Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu  sedikit dan ilmu  semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan  ilmu Allah, sebagaimana  sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar  matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid,  Yazid bin Abdul Qodir Jawas)
Ingatlah saudaraku,  cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya  Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.”  (HR. Tirmidzi, shohih). Ya Allah,   anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang  akan meringankan segala musibah dunia ini. Amin.
***
Penulis: Abu Hasan  Putra Artikel www.muslim.or.id
url sumber: http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/rahasia-sakit.html

Rahasia Dibalik Sakit

Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit,kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia.

 

Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)

Sakit akan menghapuskan dosa

Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syuura: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi. (HR. Muslim)

Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)

Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya

Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)

Terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah

Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)

Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih). Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Amin.

***

Penulis: Abu Hasan Putra
Artikel www.muslim.or.id

url sumber: http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/rahasia-sakit.html

— 3 months ago with 2 notes
#sakit  #hadist 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memulai buka puasa  pada bulan Ramadhan dengan kurma. Dari Salman bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:” إذا أفطر أحدكم فليفطر على تمر ، فإنه بركة ، فإن لم يجد تمرا فالماء ، فإنه طهور ” رواه أبو داود والترمذي .”Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma, karena dia adalah berkah, apabila tidak mendapatkan kurma maka berbukalah dengan air karena dia adalah bersih.” (HR. at-Tirmidzi dan Abu Dawud rahimahumallah)وعن أنس رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يفطر قبل أن يصلي على رطبات ، فإن لم تكن رطبات فتميرات ، فإن لم تكن تميرات حسا حسوات من الماء ” رواه أبو داود والترمذي .Dan dari Anas radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbuka sebelum shalat (maghrib) dengan memakan beberapa ruthab (kurma segar/basah), apabila tidak mendapatkan mendapatkannya maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan apablia tidak mendapatkannya maka beliau berbuka dengan beberapa teguk air.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk memulai buka puasa  pada bulan Ramadhan dengan kurma. Dari Salman bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
” إذا أفطر أحدكم فليفطر على تمر ، فإنه بركة ، فإن لم يجد تمرا فالماء ، فإنه طهور ” رواه أبو داود والترمذي .

Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma, karena dia adalah berkah, apabila tidak mendapatkan kurma maka berbukalah dengan air karena dia adalah bersih.” (HR. at-Tirmidzi dan Abu Dawud rahimahumallah)


وعن أنس رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يفطر قبل أن يصلي على رطبات ، فإن لم تكن رطبات فتميرات ، فإن لم تكن تميرات حسا حسوات من الماء ” رواه أبو داود والترمذي .

Dan dari Anas radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbuka sebelum shalat (maghrib) dengan memakan beberapa ruthab (kurma segar/basah), apabila tidak mendapatkan mendapatkannya maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan apablia tidak mendapatkannya maka beliau berbuka dengan beberapa teguk air.”

— 9 months ago with 20 notes
#korma  #buka  #puasa  #hadist 
Do’a masuk dan keluar WC yang Shahih
Do’a masuk WC
Do’a  masuk WC atau kamar mandi dan tempat-tempat sejenisnya dibaca  sebelum  masuk. Karena kita dilarang membaca Al-Qur`an, berdzikir,  berdo’a atau  membaca Asma`ul Husna di tempat yang kotor dan najis  seperti WC. Apabila kita akan masuk WC atau kamar mandi, maka ucapkanlah:
[بِسْمِ اللهِ] اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
“Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku  berlindung kepada-Mu dari (gangguan) syaithan laki-laki dan syaithan perempuan.” (HR. Al-Bukhariy 1/45 dan Muslim 1/283, dan tambahan basmalah di awalnya, itu diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur, lihat Fathul Baari 1/244)
Do’a Keluar WC
Apabila kita telah keluar dari WC atau kamar mandi, maka disunnahkan untuk membaca:
غُفْرَانَكَ
“(Aku memohon) ampunan-Mu.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidziy dan Ibnu Majah, An-Nasa`iy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, lihat takhrij Zaadul Ma’aad 2/387)
Maraaji’: Lammud Duril Mantsuur minal Qaulil Ma`tsuur, Hishnul Muslim   min Adzkaaril Kitaab was Sunnah karya Asy-Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin   Wahf Al-Qahthaniy dan Shahih Kitab Al-Adzkaar wa Dha’iifuhu.
Bulletin Al-Wala’ Wal-Bara’ Edisi ke-8 Tahun ke-4 / 30 Desember 2005 M / 28 Dzul Qo’dah 1426 H
Url Sumber : http://kaahil.wordpress.com/2010/12/01/doa-yang-shohih-ketika-masuk-dan-keluar-wctoilet/

Do’a masuk dan keluar WC yang Shahih

Do’a masuk WC

Do’a masuk WC atau kamar mandi dan tempat-tempat sejenisnya dibaca sebelum masuk. Karena kita dilarang membaca Al-Qur`an, berdzikir, berdo’a atau membaca Asma`ul Husna di tempat yang kotor dan najis seperti WC.
Apabila kita akan masuk WC atau kamar mandi, maka ucapkanlah:

[بِسْمِ اللهِ] اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

“Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku  berlindung kepada-Mu dari (gangguan) syaithan laki-laki dan syaithan perempuan.” (HR. Al-Bukhariy 1/45 dan Muslim 1/283, dan tambahan basmalah di awalnya, itu diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur, lihat Fathul Baari 1/244)

Do’a Keluar WC

Apabila kita telah keluar dari WC atau kamar mandi, maka disunnahkan untuk membaca:

غُفْرَانَكَ

“(Aku memohon) ampunan-Mu.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidziy dan Ibnu Majah, An-Nasa`iy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, lihat takhrij Zaadul Ma’aad 2/387)

Maraaji’: Lammud Duril Mantsuur minal Qaulil Ma`tsuur, Hishnul Muslim min Adzkaaril Kitaab was Sunnah karya Asy-Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthaniy dan Shahih Kitab Al-Adzkaar wa Dha’iifuhu.

Bulletin Al-Wala’ Wal-Bara’ Edisi ke-8 Tahun ke-4 / 30 Desember 2005 M / 28 Dzul Qo’dah 1426 H

Url Sumber : http://kaahil.wordpress.com/2010/12/01/doa-yang-shohih-ketika-masuk-dan-keluar-wctoilet/

— 11 months ago with 8 notes
#hadist  #shahih  #WC 

Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu menyampaikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيْهِ وَالْبَيْتِ الَّذِيْ لاَ يُذْكَرُ اللهُ فِيْهِ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
“Permisalan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya seperti permisalan orang yang hidup dan orang yang mati.” (HR. Muslim no. 1820)
Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menyampaikan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اجْعَلُوْا مِنْ صَلاَتِكُمْ فِي بُيُوْتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوْهَا قُبُوْرًا
“Jadikanlah bagian dari shalat kalian di rumah-rumah kalian, dan jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Al-Bukhari no. 432 dan Muslim no. 1817)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan jawabannya dengan sabda beliau:
إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ سَنَامًا، وَسَنَامُ الْقُرْآنِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ إِذَا سَمِعَ سُوْرَةَ الْبَقَرَةِ تُقْرَأُ خَرَجَ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي يُقْرُأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ
“Sesungguhnya segala sesuatu ada puncaknya (punuknya) dan puncak dari Al-Qur’an adalah surah Al-Baqarah. Sungguh setan bila mendengar dibacakannya surah Al-Baqarah, ia akan keluar dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah tersebut.” (HR. Al-Hakim, dihasankan Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 588)
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengabarkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
لاَ تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surah Al-Baqarah.” (HR. Muslim no. 1821)


Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu menyampaikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيْهِ وَالْبَيْتِ الَّذِيْ لاَ يُذْكَرُ اللهُ فِيْهِ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Permisalan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya seperti permisalan orang yang hidup dan orang yang mati.” (HR. Muslim no. 1820)

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma menyampaikan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اجْعَلُوْا مِنْ صَلاَتِكُمْ فِي بُيُوْتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوْهَا قُبُوْرًا

Jadikanlah bagian dari shalat kalian di rumah-rumah kalian, dan jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Al-Bukhari no. 432 dan Muslim no. 1817)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan jawabannya dengan sabda beliau:

إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ سَنَامًا، وَسَنَامُ الْقُرْآنِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ إِذَا سَمِعَ سُوْرَةَ الْبَقَرَةِ تُقْرَأُ خَرَجَ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي يُقْرُأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ

Sesungguhnya segala sesuatu ada puncaknya (punuknya) dan puncak dari Al-Qur’an adalah surah Al-Baqarah. Sungguh setan bila mendengar dibacakannya surah Al-Baqarah, ia akan keluar dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah tersebut.” (HR. Al-Hakim, dihasankan Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 588)

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengabarkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

لاَ تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ

Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surah Al-Baqarah.” (HR. Muslim no. 1821)

— 1 year ago with 10 notes
#rumah  #hadist  #benteng  #syaitan 
“Seandainya kalian betul-betul bertawakal pada Allah, sungguh Allah akan  memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung  tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore  harinya dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al Hakim. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 310)

“Wahai sekalian manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah  jalan yang baik dalam mencari rizqi, karena sesungguhnya tidaklah  seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh  rizqinya, walaupun telat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan  tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizqi. Tempuhlah jalan-jalan  mencari rizqi yang halal dan tinggalkan yang haram.” (Riwayat Ibnu Majah, Abdurrazzaq, Ibnu Hibban, dan Al Hakim, serta dishohihkan oleh Al Albani)

“Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah  mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa  yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui  (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa: 27)

“Apabila sholat telah selesai ditunaikan maka bertebaranlah kamu  sekalian dimuka bumi ini dan carilah karunia Allah.” (Al-Jum’ah:10)

“Seandainya kalian betul-betul bertawakal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana burung mendapatkan rezeki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.”
(HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Al Hakim. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 310)

“Wahai sekalian manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizqi, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rizqinya, walaupun telat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizqi. Tempuhlah jalan-jalan mencari rizqi yang halal dan tinggalkan yang haram.”
(Riwayat Ibnu Majah, Abdurrazzaq, Ibnu Hibban, dan Al Hakim, serta dishohihkan oleh Al Albani)

“Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.”
(QS. Asy Syuraa: 27)

“Apabila sholat telah selesai ditunaikan maka bertebaranlah kamu sekalian dimuka bumi ini dan carilah karunia Allah.” (Al-Jum’ah:10)

— 1 year ago with 1 note
#Karunia  #AlQur'an  #Hadist  #Rezeki  #Rizqi 
Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ) akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula) (QS. 39:30)
Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum  kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? (QS.  21:34)
 Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. (QS. 21:35)
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. (QS. 4:78)


Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat adalah…munculnya kematian mendadak. (HR. Thobaroni; Dhiya’ Al-Maqdisi; dihasankan oleh Syeikh Al-Albani di dalam Shohih Al-Jami, no: 5775)

Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ) akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula) (QS. 39:30)

Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? (QS. 21:34)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. (QS. 21:35)

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. (QS. 4:78)


Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat adalah…munculnya kematian mendadak. (HR. Thobaroni; Dhiya’ Al-Maqdisi; dihasankan oleh Syeikh Al-Albani di dalam Shohih Al-Jami, no: 5775)

— 1 year ago with 2 notes
#Al Qur'an  #hadist  #Almaut